- Bendera : Merah Putih
- Lambang : Burung Garuda
- Moto : Bhinneka Tunggal Ika (Jawa Kuna: "Berbeda-beda, namun tetap satu")
- Ideologi nasional : Pancasila
- Lagu kebangsaan : Indonesia Raya
- Ibu Kota Negara : Jakarta
- Bahasa resmi : Indonesia
- Presiden : Joko Widodo
- Wakil Presiden : Jusuf Kalla
- Legislatif : Majelis
Permusyawaratan Rakyat
- Majelis Tinggi : Dewan Perwakilan Daerah
- Majelis Rendah : Dewan Perwakilan Rakyat
- Mata uang : Rupiah (Rp) (IDR
- Zona waktu : beragam (UTC+7 sampai +9)
- Lajur kemudi : kiri
- Ranah Internet : .id
- Kode telepon : +62
Pembentukan
- Vereenigde Oostindische Compagnie 20 Maret 1602
- Hindia Belanda 1 Januari 1800
- Pendudukan Jepang 9 Maret 1942
- Kemerdekaan diumumkan 17 Agustus 1945
- Republik Indonesia Serikat 27 Desember 1949
- RIS dibubarkan 17 Agustus 1950
- Orde Baru 12 Maret 1967
- Reformasi 21 Mei 1998
Republik Indonesia (RI), umumnya disebut Indonesia, adalah
negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara
benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466
pulau, nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan
populasi lebih dari 258 juta jiwa pada tahun 2016, Indonesia adalah negara
berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim
terbesar di dunia, dengan lebih dari 207 juta jiwa. Bentuk pemerintahan
Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
Daerah dan Presiden yang dipilih secara langsung.
Ibu kota negara Indonesia ialah Jakarta. Indonesia
berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di
Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya
adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman
dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya.
Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad
ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan
perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah
tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam,
serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli
perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah
berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia
Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya
Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam,
korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang
pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai
suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia
terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/Austronesia dan
Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak
mendiami Indonesia bagian barat. Secara lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah
suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk
Indonesia. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika"
("Berbeda-beda namun tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk
negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia
memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar
kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota
yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung
kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai
anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada
tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari
ASEAN, KAA, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.
Sejarah nama Indonesia
Kata "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani kuno
yaitu Indus yang merujuk kepada sungai Indus di India dan nesos yang berarti
"pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah "kepulauan
India", atau kepulauan yang berada di wilayah Hindia, ini merujuk kepada
persamaan antara dua bangsa tersebut (India dan Indonesia). Pada tahun 1850,
George Windsor Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan
istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau
Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan,
menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun,
penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata
Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur
Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan
bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar
(1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme
Belanda).
Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada
lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia
menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin
memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des
Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya
ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan
kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun
1913.
Sejarah awal
Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog
juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan
Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun
yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat
ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM,
dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak
ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal
bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak
abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan
kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu,
Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar
pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Tiongkok selama beberapa
abad. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari
kegiatan perdagangan tersebut.
Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh,
bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k.
800 M.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan
terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatera, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad
ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad
ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa,
pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan
Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M.
Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera.
Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa
di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu,
sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut
Tiongkok Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10
wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis
agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur
dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur
pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai
hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman
Keemasan" dalam sejarah Indonesia.
Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui
Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok
yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga
pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang
ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang
berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Kolonialisme
Lukisan kekaisaran Belanda yang menggambarkan Hindia Belanda
sebagai "Permata kami yang paling berharga". (1916)
Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak
negara Eropa dan juga Asia, karena sejak zaman dahulu Indonesia merupakan
negara yang kaya akan hasil alamnya yang berlimpah, hingga membuat
negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya
alam untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah
Indonesia antara lain:
Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir
pada pada tahun 1595
Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi
berhasil diusir pada tahun 1692.
Belanda pada tahun 1602, sebagian besar wilayah Indonesia.
Perancis (1795-1811). Perancis menaklukan Republik Belanda
pada 1795 dalam Perang Revolusi Perancis, dan Perancis mendirikan Republik
Batavia (1795-1806) dan Kerajaan Hollandia (1806-1810) yang berstatus sebagai
negara bawahan Perancis. Dengan demikian, secara tidak langsung Perancis adalah
penguasa tertinggi Hindia Belanda. Pada 1810 Kerajaan Hollandia dileburkan
dalam Kekaisaran Pertama Perancis, sehingga wilayah Hindia Belanda menjadi
jajahan Perancis secara langsung. Meskipun demikian pemerintahan dan pertahanan
tetap dipegang oleh warga Belanda (termasuk Herman Willem Daendels yang
berkuasa 1908-1811 dan dikenal pro-Perancis) Kekuasaan Perancis berakhir pada
tahun 1811 ketika Britania mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di pulau Jawa.
Britania Raya pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya
Kapitulasi Tuntang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda
kepada Britania, Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya
pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Britania di Indonesia.
Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Britania di Indonesia secara resmi
berakhir.
Jepang pada tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945, oleh
karena kekalahan Jepang kepada pasukan Sekutu.
Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka
menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi
mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua
pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tetapi dapat diusir dan
bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul
sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan
Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada
masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi
imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya
melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad
ke-19. Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan
besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan
keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan
kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak
Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik
yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh
Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun
1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan
yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno,
Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan
oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.
Indonesia merdeka
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk
kemerdekaan Indonesia. Setelah Perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di
bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu sedang bulan
Ramadhan. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad
Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil
presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia,
Belanda mengirimkan pasukan mereka.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan
ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (politionele
actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda
akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai
negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan
yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral
Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan
Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali
menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad
Natsir sebagai perdana menteri.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai
mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi
lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Tiongkok dan
Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap
negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidakpuasan
terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965
meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah
perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru
yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini
dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi
nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus
dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden
Soekarno.
Jenderal Soeharto menjadi Pejabat Presiden pada tahun 1967
dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu
kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa,
ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh,
sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri,
tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya.
Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara
masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.
Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil
mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan
menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal
rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom
lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil
"Mafia Berkeley". Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan
keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia
akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran
dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Masa Peralihan Orde Reformasi atau Era Reformasi berlangsung
dari tahun 1998 hingga 2001, ketika terdapat tiga masa presiden: Bacharuddin
Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun
2004, diselenggarakan Pemilihan Umum satu hari terbesar di dunia yang
dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai presiden terpilih secara
langsung oleh rakyat, yang menjabat selama dua periode (2004-2009 dan
2009-2014).
Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi,
politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah
berusaha untuk melepaskan diri dari naungan NKRI, terutama Papua. Timor Timur
secara resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan
Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua
gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi
Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul
oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran
dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung
terpecahkan.
Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial
multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya,
sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan
legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah
lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral,
namun setelah amendemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi
keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amendemen UUD 1945, yaitu sejak 2004
menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik,
ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil
provinsi dari jalur independen.[29] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu
dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah
seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini
diketuai oleh Zulkifli Hasan. DPR saat ini diketuai oleh Setya Novanto,
sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Mohammad Saleh.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden,
dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para
menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik
yang ada di parlemen. Meskipun demikian, presiden saat ini yakni Joko Widodo
yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga menunjuk sejumlah
pemimpin partai politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga
stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di
Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa
portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amendemen
UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah
Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.
Hubungan luar negeri dan militer
Indonesia menjalin hubungan kembali dengan Republik Rakyat
Tiongkok pada tahun 1990, padahal sebelumnya melakukan pembekuan hubungan
sehubungan dengan gejolak anti-komunis di awal kepemerintahan Suharto.
Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa sejak tahun 1950, dan
pendiri Gerakan Non Blok dan Organisasi Kelompok Islam yang sekarang telah
menjadi Organisasi Kerjasama Islam. Indonesia telah menandatangani perjanjian
ASEAN Free Trade Area, Cairns Group, dan World Trade Organization, dan pernah
menjadi anggota OPEC, meskipun Indonesia menarik diri pada tahun 2008
sehubungan Indonesia bukan lagi pengekspor minyak mentah bersih. Indonesia
telah menerima bantuan kemanusiaan dan pembangunan sejak tahun 1966, terutama
dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, Australia dan Jepang.
Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan dunia
international sehubungan dengan pengeboman yang dilakukan oleh militan Islam dan
Al-Qaeda. Pemboman besar menimbulkan korban 202 orang tewas (termasuk 164
turis mancanegara) di Kuta, Bali pada tahun 2012. Serangan tersebut dan
peringatan perjalanan (travel warnings) yang dikeluarkan oleh negara-negara
lain, menimbulkan dampak yang berat bagi industri jasa perjalanan/turis dan
juga prospek investasi asing. Tetapi beruntung ekonomi Indonesia secara
keseluruhan tidak terlalu dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas, karena
Indonesia adalah negara yang ekonomi domestiknya cukup kuat dan dominan.
Tentara Nasional Indonesia terdiri dari TNI–AD, TNI-AL
(termasuk Marinir) dan TNI-AU. Berkekuatan 400.000 prajurit aktif, memiliki
anggaran 4% dari GDP pada tahun 2006, tetapi terdapat kontroversi bahwa ada
sumber-sumber dana dari kepentingan-kepentingan komersial dan yayasan-yayasan
yang dilindungi oleh militer. Satu hal baik dari reformasi sejalan dengan
mundurnya Suharto adalah mundurnya TNI dari parlemen setelah bubarnya Dwi
Fungsi ABRI, walaupun pengaruh militer dalam bernegara masih tetap kuat. Gerakan separatis di sebagian daerah Aceh dan Papua telah menimbulkan konflik
bersenjata, dan terjadi pelanggaran HAM serta kebrutalan yang dilakukan oleh
keduabelah pihak. Setelah 30 tahun perseteruan sporadis antara Gerakan
Aceh Merdeka dan militer Indonesia, maka persetujuan gencatan senjata terjadi
pada tahun 2005. Di Papua, telah terjadi kemajuan yang mencolok, walaupun
masih terjadi kekurangan-kekurangan, dengan diterapkannya otonomi, dengan
akibat berkurangannya pelanggaran HAM.
Pembagian Administratif
- Aceh
- Sumatera
- Utara
- Sumatera
- Barat
- Riau
- Kep.
- Riau
- Kep. Bangka
- Belitung
- Jambi
- Sumatera
- Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa
- Barat
- Jawa
- Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa
- Timur
- Bali
- Nusa Tenggara
- Barat
- Nusa Tenggara
- Timur
- Kalimantan
- Barat
- Kalimantan
- Tengah
- Kalimantan
- Utara
- Kalimantan
- Timur
- Kalimantan
- Selatan
- Sulawesi
- Utara
- Maluku
- Utara
- Sulawesi
- Tengah
- Gorontalo
- Sulawesi
- Barat
- Sulawesi
- Selatan
- Sulawesi
- Tenggara
- Maluku
- Papua
- Barat
- Papua
Indonesia saat ini secara de facto terdiri dari 34 provinsi,
lima di antaranya memiliki status yang berbeda (Aceh, Daerah Istimewa
Yogyakarta, Papua Barat, Papua, dan DKI Jakarta). Provinsi dibagi menjadi 416
kabupaten dan 98 kota atau 7024 daerah setingkat kecamatan atau 81626
daerah setingkat desa. terdapat berbagai istilah lokal untuk suatu daerah
di indonesia misal: kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau
istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi
dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian
kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat
melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR
Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di
Jakarta bukanlah daerah otonom.
Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Papua
Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat
otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak
membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum
Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan
terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama
Revolusi. Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status
otonomi khusus tahun 2001. DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota
negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi
provinsi Timor Timur pada 1976–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui
referendum menjadi Negara Timor Leste.
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
Sumatera
- Aceh - Banda Aceh
- Sumatera Utara - Medan
- Sumatera Barat - Padang
- Riau - Pekanbaru
- Kepulauan Riau - Tanjungpinang
- Jambi - Jambi
- Sumatera Selatan - Palembang
- Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
- Bengkulu - Bengkulu
- Lampung - Bandar Lampung
Jawa
- Daerah Khusus Ibukota Jakarta
- Banten - Serang
- Jawa Barat - Bandung
- Jawa Tengah - Semarang
- Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
- Jawa Timur - Surabaya
Kepulauan Nusa Tenggara
- Bali - Denpasar
- Nusa Tenggara Barat - Mataram
- Nusa Tenggara Timur - Kupang
Kalimantan
- Kalimantan Barat - Pontianak
- Kalimantan Tengah - Palangka Raya
- Kalimantan Selatan - Banjarmasin
- Kalimantan Timur - Samarinda
- Kalimantan Utara - Tanjung Selor
Sulawesi
- Sulawesi Utara - Manado
- Gorontalo - Gorontalo
- Sulawesi Tengah - Palu
- Sulawesi Barat - Mamuju
- Sulawesi Selatan - Makassar
- Sulawesi Tenggara - Kendari
Kepulauan Maluku
- Maluku - Ambon
- Maluku Utara - Sofifi
Papua
- Papua Barat - Manokwari
- Papua - Jayapura
Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang
memiliki 13.487 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak
berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca
tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari
95°'BT - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan
benua Australia/Oseania.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara
Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km²
dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau
Jawa, di mana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5
pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606
km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan
Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan
dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif:
200 mil laut, searah penjuru mata angin, yaitu:
Utara Negara
Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, Singapura, Filipina, dan
Laut Tiongkok Selatan
Selatan Negara
Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
Barat Samudra
Indonesia
Timur Negara Papua
Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km[50], Timor Leste, dan Samudra Pasifik
Sumber daya alam
Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas
alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan
pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar
7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan
lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km
Pendidikan
Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD
1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah mesti
mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar
gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007, alokasi yang
disediakan tersebut baru sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah dibandingkan dengan
negara Malaysia, Thailand, dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran
untuk pendidikan lebih dari 28%.
Ekonomi
Peta yang menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto per
kapita provinsi-provinsi Indonesia pada tahun 2008 atas harga berlaku. PDRB per
kapita provinsi Kalimantan Timur mencapai Rp.100 juta manakala PDRB per kapita
Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur kurang dari Rp.5 juta.
- Lebih dari Rp.100
juta
- Rp.50 juta ++ -
Rp.100 juta
- Rp.40 juta ++ -
Rp.50 juta
- Rp.30 juta ++ -
Rp.40 juta
- Rp.20 juta ++ -
Rp.30 juta
- Rp.10 juta ++ -
Rp.20 juta
- Rp.5 juta ++ - Rp.10
juta
- Kurang dari Rp.5
juta
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan
diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama
Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya
mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan
nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur
tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat
banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya
ketidakstabilan pada ekonomi negara.
Uang rupiah
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi
yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang
hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada
era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya
nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi
sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut
menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan
dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan
investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi
ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami
kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian
besar Asia pada saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru
dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan
PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus
berlanjut. Namun, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam
memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun
2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat
49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar
Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia
pengekspor gas alam terbesar kelima di dunia, meski akhir-akhir ini ia
telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama
termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah
penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor
industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun
demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada
sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa
mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia
masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar
disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga
Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari
180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun
2007.
Kepadatan penduduk Indonesia menurut Sensus 2010
Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi
sekitar 206 juta, dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222
juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau
berpenduduk terbanyak sekaligus pulau di mana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat
juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di
Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya
sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut
bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya
minoritas di antaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah
lama datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap
menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi
etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan
2000 pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat
Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2%
penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim
terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu
(1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut,
pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.
Mayoritas penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah
sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari, namun bahasa resmi negara, yaitu
Bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan
dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.
Kebudayaan
Pertunjukan
Wayang Kulit warisan budaya Jawa
Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis
memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh
kebudayaan India, Arab, Tiongkok, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu
Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan
mitologi Hindu, seperti Wayang Kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang
kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang
berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah
Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah
seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam
acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
Busana
Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah
satu busana tradisional Indonesia.
Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh
dunia adalah kerajinan Batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri Batik
meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan
juga Pekalongan. Kerajinan Batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan
industri Batiknya. Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya
dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain
baju Kurung dengan Songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain Ulos dari
Sumatera Utara (Batak), busana Kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju
Bodo dari Sulawesi Selatan, busana Koteka dari Papua dan sebagainya.
Arsitektur
Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya,
sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang,
penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya
dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh
arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Tiongkok, Arab, dan
sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.
Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat
melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap
provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang
menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia
itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional,
dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi
Bandung.
Olahraga
Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah sepak bola
dan bulu tangkis. Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di
Indonesia. Olahraga tradisional Indonesia termasuk sepak takraw dan karapan
sapi. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan,
seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri
yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang
ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik
tradisional Indonesia berupa Gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai
dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria
dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di
Indonesia.
Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet
Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia
diraih pada saat Olimpiade 1992, di mana Indonesia menduduki peringkat 24
dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu, kelima medali tersebut diraih
melalui cabang bulu tangkis. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu
tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk
Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai
kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu
tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah perbulu
tangkisan Indonesia. Ia meraih 8 gelar juara, dengan 7 gelar diraihnya secara
berturut-turut. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu
meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, dan Chris
John. dalam ajang sepak bola Internasional, Timnas Indonesia (Hindia
Belanda) merupakan tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia pada
tahun 1938 di Prancis.
Seni musik
Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern
sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap provinsi di
Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik
tradisional termasuk juga Keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di
daerah Tugu, Jakarta, yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan
hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal
dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh
musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional
Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.
Seperangkat Gamelan
Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas
Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak
pula alat musik tradisional Indonesia yang diklaim oleh negara lain[82] untuk
kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak
cipta seni dan warisan budaya Indonesia ke lembaga Internasional UNESCO. Alat
musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:
- Angklung
- Bende
- Calung
- Dermenan
- Gamelan
- Gandang Tabuik
- Gendang Bali
- Gendang Karo
- Gondang Batak
- Gondang (musik Sunda)
- Gong Kemada
- Gong Lambus
- Jidor
- Kecapi Suling
- Kecapi Batak
- Kendang Jawa
- Kenong
- Kulintang
- Rebab
- Rebana
- Saluang
- Saron
- Sasando
- Serunai
- Seurune Kale
- Suling Lembang
- Suling Batak
- Suling Sunda
- Talempong
- Tanggetong
- Tifa, dan sebagainya
Kuliner
Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor
pindang, perkedel dan es teh manis.
Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu
(terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting.
Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat
perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan
makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah,
Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia
tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah
lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda
dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.
Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan
beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap
hari. Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan
khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau
pikulan. Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng,
nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain.
Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi
disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai
kota di Indonesia. Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas
Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas. Nasi rames atau nasi
campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi
di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di
Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi
rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di
atas angkringan, sejenis warung kaki lima. Penganan kecil semisal kue-kue
banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar
beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu.
Perfilman
Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara
adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh
sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman HindiaBelanda. Film
ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan
muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and
Majestic, Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Pada masa
awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Di antara
sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan salah satu sutradara paling produktif,
dengan film pertamanya Harta Karun (1949). Namun kemudian film pertama yang
secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan
adalah film Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970
hingga 2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak
kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah
dihasilkannya.
Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun
1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,[86] meskipun kepopulerannya
berkurang pada awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film
Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat. Film Laskar Pelangi (2008)
yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film dengan pendapatan
tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia saat ini.
Kesusastraan
Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti
berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern
Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan
Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan
Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan; dan Pramoedya
Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal. Selain novel,
sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar
merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia
memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara
identitas budaya mereka.
Kebebasan Pers dan Media Publik
Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya
kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk 14 stasiun televisi
swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi
negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program
penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia
pada tahun 2007. Hingga tahun 2014, Jumlah netizen (pengguna internet)
bertambah pesat menjadi 83.7 juta orang atau terbanyak keenam di dunia.
Bahasa
Gedung Pusat Bahasa, lembaga yang menjadi pusat
perbendaharaan bahasa di Indonesia.
Indonesia hanya memiliki satu bahasa nasional atau bahasa
negara, yakni Bahasa Indonesia. Campur tangan negara terhadap bahasa
nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di
bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Indonesia memiliki lebih dari 721 bahasa daerah. Di
antara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di
Papua dan Kalimantan, sedangkan yang paling sedikit adalah di pulau Jawa.
Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia
berturut-turut adalah: Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura,
Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar.
Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah
diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia kepada para pelajar mulai jenjang
pendidikan dasar. Meski demikian, dengan berbagai alasan terdapat upaya
untuk menghapus pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di
Indonesia, bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus,
karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya Shalat.
Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak
periode awal keberadaannya di Indonesia.
Lingkungan hidup
Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang
tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan
istilah "Mega biodiversity" atau "keanekaragaman mahluk hidup
yang tinggi" umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia
berdasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen
reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia,
padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup
Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan Republik Demokratik
Kongo.
Meskipun demikian, Guinness World Records pada 2008 pernah
mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan
hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta
hektare. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak
kawasan di daerah hilir (pesisir). Menurut catatan Down The Earth, proyek
Asian Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu
terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan
pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari
abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan
bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh
dan menambah biaya operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya
hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia
terhadap terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.